Hang Tuah dan Puteri Gunung Ledang



Puteri Gunung Ledang termuncul dalam dua buku lama, yaitu “Hikayat Hang Tuah” dan “Sulalatus Salatin”. Sulalatus Salatin lebih dikenali sebagai “Sejarah Melayu”. Buku Sejarah Melayu lebih daripada Hikayat Hang Tuah.

Dalam Sejarah Melayu, Puteri Gunung Ledang dikatakan amat cantik hingga diinginkan oleh Sultan Mahmud dari Kesultanan Melaka. Pendekar yang diutuskan meminang ialah Laksamana Hang Tuah, Tun Mamat dan beberapa orang lain. Semasa kecil, Hang Tuah berguru silat di atas Gunung Ledang dan biasa dengan jalan ke puncak Gunung Ledang. Akan tetapi kala ini, umurnya telah terlalu tua untuk ke puncak Gunung Ledang.

Dengan itu, Tun Mamat ditugaskan ke puncak dan menemui seorang nenek tua yang sebenarnya, samaran kepada Puteri Gunung Ledang. Puteri Gunung Ledang dikatakan menolak pinangan Sultan Mahmud dengan mengenakan tujuh syarat yang tak mampu ditunaikan, ialah:

* 1 jembatan emas dari Melaka ke Gunung Ledang.

* 1 jembatan perak dari Melaka ke Gunung Ledang.

* 7 dulang hati nyamuk.

* 7 dulang hati kuman.

* 7 tempayan air mata anak dara.

* 7 tempayan air pinang muda.

* 1 mangkuk darah Sultan Ahmad, yaitu anak Sultan Mahmud Shah, dan yang masih kanak-kanak lagi.

Semua syarat itu sanggup ditunaikan oleh Sultan Melaka kecuali darah puteranya.

Dalam Hikayat Hang Tuah, sultan yang menikah dengan Puteri Gunung Ledang bukannya Sultan Mahmud, tetapi Sultan Mansor Shah. Sahabat yang mendurhakai ialah Hang Jebat. Akan tetapi dalam Sejarah Melayu, cerita Shellabear ialah Hang Kasturi.

Sedikit Kutipan naskahnya :

“Kanda lupa cinta dinda seagung maya” – Hang Tuah

“Cinta kanda? Bukan semesta luasnya?” – Gusti Putri

“Masih kecil berbanding cinta dinda!” – Hang Tuah

“Tapi kanda ke mari juga” – Gusti Putri

“Laksana orang haus dahaga, berjumpa air satu telaga” – Hang Tuah

“Setapak melangkah, dua langkah ingatan kanda pada dinda” – Hang Tuah

“Adinda bersumpah jikalau kekanda tidak kembali, adinda akan menyusul kekanda, meminjak pada tanah yang sama, bernafas pada udara yang sama ” – Puteri Gunung Ledang

“Apakan daya, tangan terikat dilangit, kaki terpasak dibumi, jasad tidak setanding mimpi” ~ Hang Tuah

“Layar berbelok-belok, sauh dibungkar di tempat tenang..Yang tinggal hati tak elok, yang pergi hati tak senang. Bila sampai waktu, kita akan bersama” – Hang Tuah

“Tanah mana yang aku pijak? Berdirinya aku kasih berguguran…Pasir mana yang aku genggam? Erat tanganku semakin layu..Bunga berkembang..bumi luas aku seorang…

“Kalau nak menurut biar berakal,kalau mengikut biar pintar”
(Petikan dialog M.Nasir dalam filem Puteri Gunung Ledang)

“Kesemuanya hamba susun supaya rambut yang ditarik, tepung tidak berselerak. Semua hati di Melaka ini hamba jaga” ~ Dato’ Bendahara

“Bumi di Melaka ini bumi berdaulat. Sehiris luka yang beta terima, seMelaka sakitnya dirasa” ~ Sultan Melaka

About these ads

Perihal pakcikli00

Saya adalah dukun asmara
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Hang Tuah dan Puteri Gunung Ledang

  1. siti says:

    salam…blh tlg sy dapat kan salasiah keturunan puteri gunung ledang n puteri seri bayu

  2. saya ingin tahu logik ke seorang manusia yg meminta hantara yg tak masuk akal kepad seorag raja pulak tu..?????????sedangkan masa tu raja berkuasa penuh didlm negeri pemerentahannya

  3. syazwan says:

    tak tahuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu??????????????

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s